ESSAY TOLERANSI BERAGAMA
ESSAY TOLERANSI BERAGAMA
Salsa
Febriavalent Herani
225050101111076
Cluster 7
Indonesia merupakan negara yang majemuk dengan artian
Indonesia memiliki banyak perbedaan seperti perbedaan ras, suku, budaya dan
agama. Hal tersebut dapat terjadi karena Indonesia di dukung dengan keadaan
geografisnya yang berupa kepualauan sehingga setiap pulaunya memiliki budaya
yang berbeda-beda.
Dan
disini yang harus dibahas adalah mengenai toleransi beragama, dimana rakyat
Indonesia masih belum banyak yang paham dan mengaplikasikan toleransi ini dalam
kehidupan sehari-hari. Toleransi memiliki artian sebagai menghargai atau
menghormati seseorang atau sekelompok orang yang memiliki agama yang berbeda
dari keyakinan kita.
Seperti
yang kita tau indonesia memiliki enam agama yang diakui di Indonesia.
Diantaranya, Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu yang artinya
ke-enam agama ini memiliki hak dan kewajiban yang sama. Maka dari itu agama
satu dan yang lainnya pun harus saling menghormati menghindari perpecahan atau
kesalahpahaman antar umat beragama.
Toleransi
merupakan salah satu hal yang penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan
karena dengan mengamalkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari akan
meminimalisir kesalahpahaman yang akan berakhir perseteruan atau yang paling
parah adalah bentrok antar umat beragama.
Sudah
banyak kejadian atau peristiwa buruk yang membawa nama agama. Para oknum oknum
yang semena-mena menghancurkan tempat-tempat beragama umat lain, bentrok atau
tawuran antar umat beragama membuat suasana menjadi semakin runyam karena
banyak yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk ajang mengkambing hitam kan agama
lain.
Maka
dari itu untuk menghindari masalah masalah tersebut semua orang harus mengerti
bagaimana pentingnya toleransi beragama. Karena toleransi sendiri memiliki
artian sebagai sikap menghormati sesama manusia dari segala perbedannya, dengan
terbentuknya rasa toleransi tersebut akan membuat orang orang mengerti
bagaimana pentingnya perbedaan dari masing masing agama.
Toleransi
dapat diajarkan kepada semua orang dari berbagai kalangan umur. Namun, lebih
baik apabila toleransi diajarkan kepada anak anak sejak masih dini, karena
dengan mengajarkan toleransi sejak dini dapat menanamkan rasa menghargai kepada
sesama nya. Sehingga ketika mereka dewasa mereka akan memahami bagaimana cara
bersikap dan berperilaku mengenai perbedaan.
Namun,
sebenarnya isu toleransi ini malah banyak dilakukan oleh oknum yang sudah
berumur legal atau umur yang cukup untuk berpikir secara matang dalam melakukan
suatu hal dan mengambil solusi dalam suatu masalah, jadi mereka malah
menyalahgunakan hal tersebut untuk menajadi semena mena terhadap sesamanya.
Ada
banyak contoh dari penyelewengan kemanusiaan dari segi keagamaan. Contoh kecil
dan yang sering dialami di kehidupan sehari hari adalah bagaimana anak anak
kecil dengan sepantaran mereka membuli teman mereka yang memiliki agama lain
dan lebih minoritas, sehingga mereka yang mayoritas lebih merasa superior dari
agama lain. Mereka mulai merundung dan mengolok olok teman mereka yang
minoritas karena mereka hanya sendiri, sedangkan yang merundung mereka memiliki
banyak teman.
Dan
dari contoh kecil tersebut terbukti bahwa sedari dini, anak anak harus sudah
diranamkan rasa toleransi. Menghargai teman merupakan suatu keharusan karena,
mental anak kecil masih sangat rawan dan apabila sedari kecil sudah memiliki
jiwa merundung maka ditakutkan akan terus memiliki jiwa merundung hingga dewasa
nanti.
Toleransi
beragama butuh untuk ditegakkan dan mengkampanyekan toleransi kepada semua
orang yang harus di dukung oleh beberapa oknum penting agar dapat menjadi
proker dan dilaksanakan secara berstuktur. Dengan begitu akan lebih tersebar
informasi yang ingin di sampaikan kepada masyarakat.
Seperti
masyarakat yang ada didesa, mereka sering menyepelekan masalah masalah penting
seperti ini karena pikiran mereka yang masih kolot akan segala isu yang ada
dimasyarakat. Masyarakat desa harus lebih di dekati agar mereka memiliki
inisiatif untuk mengevaluasi diri mereka sendiri.
Cikal
bakal adanya bentrokan dan tawuran antar agama adalah karena adanya penyulut
atau provokator yang menggiring opini banyak massa untuk mengikuti arahan dari
provokator untuk memberontak dan menyalahi aturan yang ada. Provokator inilah
yang seharunya di usut mulai awal, karena kalau tidak maka akan lahir
provokator provokator lain yang akan malah memperkeruh perdebatan ini.
Indonesia
memiliki banyak agama yang masing masing juga memiliki tata ibadat yang berbeda
beda, mungkin bagi agama lain agama yang satu memiliki tata ibadat yang aneh
dan berbeda dari tata ibadah mereka. Tapi seharusnya hal itu tidak membuat
agama lain merasa bahwa ajaran agama lain salah, karena setiap agama memiliki
masing masing perspektif dan tata cara ibadat yang berbeda beda. Namun hal
tersebut juga tidak menyalahi aturan yang ada dan yang terpenting tidak
mengganggu orang lain.
Sudah
banyak contoh kasus atau isu isu agama yang timbul karena salah paham atau
terprovokasi kambing hitam suatu oknum atau kelompok lalu dengan semena-mena
mengkonfrontasi pihak lain dengan memberikan statemen statemen palsu sehingga
timbulah bentrok antar agama.
Banyak
hal yang bisa dilakukan untuk menangguanginya salah satunya adalah dengan
memupuk rasa toleransi masyarakat luas. Karena pada akhirnya perlakuan
perlakuan mereka terjadi karena mereka ingin validasi dari orang lain bagaimana
superiornya mereka. Namun ketika mereka mengerti sikap toleransi, mereka akan
sadar betapa pentingnya rasa toleransi atau menghargai dan menghormati agama
lain.
Dengan
rasa sadarnya masyarakat akan pentingnya toleransi maka perdamaian akan dapat
ditegakkan, karena bagi mereka yang memiliki rasa toleransi tinggi, mereka
tidak pernah mau mengacuhkan konflik konflik yang terjadi. Mereka tidak suka
apabila konflik konflik perseteruan ini menjadi masalah besar. Jika bisa,
mereka malah memilih menghindari konflik yang akan memiliki konsekuensi menjadi
sebuah konflik yang besar.
Bagi
mereka yang sudah paham mengenai pentingnya toleransi akan terlihat bagaimana
respon mereka terhadadap konflik konflik yang terdapat di dunia ini, mereka
akan menyaring informasi informasi mana yang benar dan tidak menelan mentah
mentah informasi yang menjadi pusat terbakarnya sebuah isu untuk dikonsumsi publik.
Intinya
toleransi harus kembali digaungkan oleh masyarakat atau kalau bisa didukung
oleh pemerintah untuk memberikan program kerja resmi mengenai memberikan
sosialisasi mengenai pentingnya bertoleransi kepada sesama umat beragama. Tidak
perlu secara formal seperti sebuah pertemuan besar di balai, namun bisa
dilakukan dengan memberdayakan remaja-remaja, atau pemuda untuk membuat sebuah
ide dalam menggalakkan toleransi ini. Dapat berupa seperti ajakan yang
dilakukan dengan menggabungkan tren yang ada di sosial media.
Kita di
Indonesia selalu bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “berbeda-beda
tapi satu”. Selayaknya kita membenahi diri dan menunjukan nilai toleransi yang
kita elu-elu kan sebagai semboyan bangsa dalam kehidupan sehari hari. Diperlukan
keseriusan dalam mewujudkan spirit kesatuan dalam kebhinnekaan atau kesepakatan
dalam perbedaan dengan didukung penuh terutama oleh para tokoh agamawan,
cendekawan dan negara.
Perdamaian
tidak mungkin bisa dicapai tanpa adanya sikap toleransi dari semua pihak. Mari
kita muai dari diri kita sendiri dan didik generasi cinta damai untuk memimpin
di masa depan nanti.
Komentar
Posting Komentar